Menanamkan Karakter Positif dan
Kreativitas Sejak Dini Melalui Peningkatan Kesadaran Anti-Bullying di SD Negeri
Bendo
Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah
masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Perilaku ini tidak hanya merusak kesehatan mental dan kepercayaan diri anak,
tetapi juga dapat menghambat tumbuh kembang karakter serta kreativitas mereka
sejak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, HIMABO UM hadir untuk memberikan
edukasi pencegahan bullying dengan mengusung tema “Membangun Karakter
Positif dan Kreativitas Siswa Sekolah”, kegiatan edukatif ini berlangsung
selama dua hari, yakni pada Kamis dan Jumat, 16–17 Juli 2026, di SD Negeri
Bendo, Jalan Condroyudha No. 86, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
HIMABO Mengajar adalah salah satu agenda dari Divisi
Penalaran HIMABO UM (Himpunan Mahasiswa Bojonegoro Universitas Negeri Malang)
yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam bidang Pendidikan dan
Pengajaran di daerah Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini melibatkan total 67
partisipan yang terdiri dari 23 orang panitia, 38 peserta dari kelas 5 dan 6 SD
Negeri Bendo, serta 6 anggota Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) HIMABO UM,
yang turut didampingi oleh para guru pendamping sekolah setempat.
Pada hari pertama, Kamis (16/7/2026),
fokus utama kegiatan diarahkan pada edukasi pencegahan perilaku perundungan (bullying)
sejak dini. Rangkaian acara dibuka dengan penyuluhan anti-bullying, pemutaran
video edukasi interaktif, hingga permainan kelompok edukatif. Para siswa juga
diajak untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan "Pohon Cerita"
serta mengucapkan Deklarasi Anti-Bullying secara bersama-sama sebagai komitmen
untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Memasuki hari kedua, Jumat (17/7/2026),
suasana pembelajaran dibuat lebih menarik melalui kegiatan ice breaking serta
permainan edukatif Anti-Bullying Word Search. Melalui games ini, para siswa
diajak untuk mengasah ketelitian, melatih kerja sama tim, serta
mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka di hadapan teman-teman lainnya.
Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang
gim dan penyerahan vandel apresiasi kepada Kepala Sekolah SD Negeri Bendo.
Melalui berbagai games interaktif dan
pendekatan yang menyenangkan, para siswa terbukti tetap dapat memahami materi
pencegahan bullying secara efektif dan penuh antusias. Selain itu,
pendekatan kreatif yang dibawakan oleh panitia berhasil menghidupkan suasana
belajar yang inklusif. Melalui program HIMABO Mengajar 2026 ini, diharapkan
para siswa tidak hanya terhindar dari perilaku perundungan, tetapi juga tumbuh
menjadi pribadi yang berkarakter positif, kreatif, dan saling menghargai
sesama.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah membaca .. :)